A2K4 INDONESIA

BAB IV - PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI

Uji Portofolio

Uji Portofolio ini dimaksudkan untuk menilai tingkat keprofesionalan dari seorang Ahli K3 Konstruksi dengan melihat rekaman pengalaman dan pelatihan yang sudah diikuti selama menjadi Ahli K3 Konstruksi.

Diharapkan seorang Ahli Madya atau Utama K3 Konstruksi, memiliki kemampuan dan kompetensi yang optimal dalam menjalankan tugas dan kewajibannya dalam proyek-proyek konstruksi yang memiliki risiko tinggi.

Melakukan penilaian pada keaktifan dan pemanfaatan Buku Kinerja Profesi Ahli K3 Konstruksi yang telah diisi dengan catatan atau rekaman setiap kegiatan K3 yang telah dilakukan oleh para Ahli K3 Konstruksi yang bersangkutan atau foto copy bukti-bukti autentik tentang kegiatan kerja terkait K3 Konstruksi.

Sebelum dilakukan penilaian harus dilakukan verifikasi dan validasi terlebih dahulu oleh BSA terhadap kesesuaian ketentuan sesuai persyaratan CPD (lihat lampiran 1). BSA akan menilai semua kecukupan uji portofolio, dan apabila belum memenuhi, maka pemohon harus melengkapi persyaratan terlebih dahulu dengan melaksanakan tindakan- tindakan yang sesuai. Apabila penilaian portofolio belum memenuhi, maka direkomendasikan untuk mengikuti  pelatihan-pelatihan yang sesuai untuk mencukupi kekurangan yang dipersyaratkan pada CPD Ahli K3 Konstruksi tersebut.

Uji Tulis

Setiap calon yang mengajukan permohonan sertifikasi Ahli K3 Konstruksi harus mengikuti uji tulis untuk menilai kemampuan dan kompetensinya tentang K3 Konstruksi, apakah telah memenuhi persyaratan kompetensi yang ditetapkan atau belum. Uji kompetensi secara tertulis ini diperlukan untuk mengukur sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki pemohon dengan indikator-indikator yang  sesuai ketetapan SKKNI Ahli K3 Konstruksi.

Para peserta uji kompetensi harus lulus dengan tingkat prosentase kelulusan 70 % dari kesemua soal yang diberikan. Soal yang harus dikerjakan dalam 5 (lima) bentuk soal, yaitu : esay, pilihan berganda (a,b,c,d), pilihan Betul Salah (B,S), pilihan menjodohkan dan menggambar. Metoda pelaksanaan untuk menjawab soal tersebut adalah metoda tertutup (close book) dan dikerjakan secara individu.

Uji Tatap Muka

Pemohon harus memiliki wawasan dan mampu mendemontrasikan keahliannya tentang K3 Konstruksi dihadapan para Asesor (Penilai) untuk membuktikan kompetensi yang dimilikinya dan kemampuan mengimple- mentasikan keilmuan K3 Konstruksi tersebut dalam pekerjaan konstruksi.

Penilaian kompetensi Ahli Muda K3 Konstruksi lebih ditekankan pada keterampilan dan sikap perilaku pemohon terhadap keilmuan K3 Konstruksi dalam pelaksananan proyek konstruksi, sedangkan penilaian bagi Ahli Madya K3 Konstruksi adalah ditekankan pada kemampuan menjelaskan kasus-kasus dan pemecahannya yang telah ditulis dalam makalah tentang pelaksanaan K3 di proyek-proyek konstruksi serta menganalisis akar penyebab yang menjadi obyek observasinya.

Penilaian bagi Ahli Utama K3 Konstruksi adalah menjelaskan dan mempertahankan gagasan-gagasan atau penemuan penelitian yang telah ditulis dalam makalah ilmiahnya.

Uji Tatap Muka tersebut dilakukan dengan bentuk Presentasi, Diskusi, Wawancara, Observasi, Simulasi, Demonstrasi, Studi Kasus K3 dalam pelaksanaan proyek dan lain sebagainya, sesuai pertanyaan dan atau permintaan para Asesor.

Seminar Terbuka

Melaksanakan Seminar Terbuka hanya dipersyaratkan kepada Ahli Utama K3 Konstruksi, dimana seorang Ahli Utama K3 Konstruksi harus mampu berbicara menyampaikan pendapat dan ide-idenya, serta mempertahankan gagasan-gagasannya dalam suatu media Seminar Terbuka. Seminar tersebut yang diselenggarakan dengan menghadirkan sekurang-kurangnya 50 (limapuluh) orang hadirin yang terdiri dari para pakar, ilmuwan, praktisi dan pembuat kebijakan serta pemerhati K3, baik dari kalangan swasta dan pemerintah, sebagai pemangku kepentingan (stakeholder) kegiatan K3 secara Nasional atau Internasional.

Penyelenggaraan Seminar Terbuka dapat dilakukan secara mandiri atau bergabung dengan kegiatan lainnya yang selaras dan saling mendukung.

Tempat Uji Kompetensi

Tempat Uji Kompetensi (TUK) merupakan tempat yang dperlukan untuk melaksanakan uji kompetensi dalam suasana dan kondisi yang memberikan ketenangan dan kenyamanan peserta uji kompetensi, sehing ga pelaksanaan uji kompetensi dapat berjalan secara optimal dan efektif.

Tempat Uji Kompetensi yang baik harus dapat membuat para peserta mampu berpikir positif untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan tidak terbebani pada kondisi lingkungan yang tidak kondusif. Penggunaan alat peraga dan simulasi dalam uji kompetensi harus dapat didemonstrasikan dengan baik dan benar.

Uji kompetensi dapat dilakukan di tempat sebagai berikut, yaitu di :

  • Ruang Kelas, dengan ruang kelas yang tenang dan cukup luas untuk dilakukannya uji tulis, uji tatap muka ataupun presentasi, serta melakukan peragaan, simulasi dan demonstrasi tentang kegiatan K3 Konstruksi.
  • Tempat kerja di lokasi proyek konstruksi, dimana para peserta  uji kompetensi dapat secara langsung memperagakan, mensimulasikan dan mendemonstrasikan tugas-tugasnya secara langsung di tempat kerja. Bentuk uji kompetensi di tempat kerja ini akan lebih bermanfaat, karena peserta dapat menunjukkan semua kebutuhan kegiatan K3 dalam proyek konstruksi yang sesuai.


Materi Uji Kompetensi

Materi Uji Kompetensi (MUK) yang diberikan kepada pemohon Ahli K3 Konstruksi diturunkan secara sistematis berdasarkan kriteria unjuk kerja yang ditetapkan SKKNI Ahli K3 Konstruksi. Turunan tersebut disusun melalui Matri k kompetensi dengan menganalisis komponen kemampuan pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku yang harus diamati dalam menetapkan materi uji kompetensi. Pertanyaan-pertanyaan dalam materi uji kompetensi dibuat dalam 5 (lima) model pertanyaan, yaitu :

  • model essay (memberikan uraian penjelasan yang singkat terhadap suatu pertanyaan).
  • model pilihan berganda (a,b,c,d).
  • model pilihan betul dan salah.
  • model menjodohkan 2 (dua) kata atau kalimat.
  • model menggambar obyek yang terkait dengan K3 Konstruksi.
Share