A2K4 INDONESIA

BAB VIII BANDING

Permohonan Banding

Ada kalanya pemohon tidak puas dengan pelayanan BSA dan Asesor dalam menyelenggarakan uji kompetensi dan keputusan sertifikasi atau terjadinya konflik yang tidak dapat diselesaikan antara peserta uji kompetensi dan petugas BSA atau Asesor. Maka jika dipandang perlu, peserta uji kompetensi dapat mengajukan banding dengan membuat surat permohonan banding yang dikirimkan kepada Dewan Pengarah BSA untuk dapat ditindaklanjuti penyelesaiannya, yang diupayakan secara musyawarah dan mufakat.

Pelaksanaan Banding

Setelah Dewan Pengarah menerima surat permohonan banding dari peserta uji kompetensi, maka Dewan Pengarah akan menujuk Tim Banding secara ad hoq yang beranggotakan 2 sampai dengan 3 orang Asesor yang tidak melakukan uji kompetensi terhadap peserta yang mengajukan banding, bergantung pada tingkat kepentingan yang menjadi inti permasalahan banding yang disampaikan.

Penunjukkan Tim Banding harus netral dan tidak menjadikan konflik interest dalam kegiatan uji kompetensi dan keputusan sertifikasi.
Tim Banding harus menilai dan melakukan evaluasi serta menganalisis dengan teliti dan cermat terhadap surat permohonan banding yang telah disampaikan oleh pemohon. Tim banding dapat memanggil peserta uji kompetensi yang mengajukan banding untuk dimintai keterangan dan penjelasan pada banding yang diajukan.

Tim Banding dapat mempertemukan petugas atau asesor yang menda- patkan banding dengan peserta dan berupaya untuk melakukan musyawa- rah dan mufakat untuk menyelesaikan hal yang menjadi permasalahan banding tersebut. Apabila dari hasil pertemuan tersebut ditemukan kesala- han pada petugas atau asesor, maka petugas atau asesor tersebut harus segera memperbaiki apa yang menjadi permasalahan banding tersebut.

Share