A2K4 INDONESIA

KERJASAMA DAN KOMITMEN ANTARA ASOSIASI PROFESI DENGAN PERGURUAN TINGGI DALAM PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3

SUDAH SAATNYA ASOSIASI PROFESI DAN PERGURUAN TINGGI BERSINERGI DALAM PENERAPAN SMK3 GUNA MENCAPAI SDM YANG BERBUDAYA K3 (Ir.KusumoDradjad S, MSi- DosenPoliteknikNegeri Jakarta)

“Indonesia berbudaya K3 di tahun 2015”, ini bukan kalimat slogan, namun ini adalah sebuah program yang dicanangkan oleh pemerintah melalui KEMENAKERTRANS. Pertanyaannya bisakah program tersebut terwujud dengan sisa waktu 2,5 tahun lagi ini?

 

Pencanangan “Indonesiaberbudaya K3 di tahun 2015” ini merupakan suatu tantangan besar bagi pemerintah dan seluruh masyarakat di Indonesia. Berbudaya K3 di Indonesia ” berarti bukan hanya penerapan K3 untuk dunia kerjasaja, melainkan penerapan ini berlaku untuk setiap aktivitas manusia yang berada di Indonesia secara umum, tak terkecuali orang asing yang tinggal dan bekerja di Indonesia. Penerapan K3 tidak hanya ditempat kerja, di jalan, di tempat wisata, di pasar, di rumah, dan di mana pun setiap aktivitas itu dilakukan, bahkan di kampus maupun di tempat-tempat pendidikan dan pelatihan pun semestinya melakukan penerapan K3.

Mengapa di tempat-tempat tersebut di atas perlu penerapan K3, karena ditempat-tempat tersebut masih sering kita lihat dan dengar banyak kecelakaan, serta banyak korban yang mengalami kecelakaan dengan tingkat risiko rendah sampai risiko tinggi dan bahkan sampai meninggal dunia. Kita masih seringkali melihat tindakan-tindakan tidak aman di jalan. Contoh yang sering kita lihat seseorang menelpon atau SMS  disaat mengemudi atau mengendarai kendaraan bermotor sehingga terjadi tabrakan dengan kendaraan lain, maupun terjadi kecelakaan tunggal. Kecelakaan juga sering terjadi di kampus, seperti kebakaran kampus, beberapa mahasiswa yang celaka disaat melakukan praktik dilaboraturium maupun di bengkel serta kecelakaan lain.

Meskipun kita sadar, bahwa pemerintah saat ini telah mencanangankan   Indonesia berbudaya K3, namun sementara ini hanya berfokus pada tempat kerja. Tentunya pencanangan in iakan lebih efektif apabila dimulai daril lngkungan kecil di rumah, lingkungan pendidikan dasar seperti taman kanak-kanak, sekolah dasar dan seluruh jenjang pendidikan bahkan sampai jenjang perguruant inggi.

Membangun karakter atau budaya akan lebih mudah dilakukan dengan  dimulai sejak dini. Menanamkan filosofi hidup sehat, aman dan selamat kepada calon-calon generasi mendatang. Bukan hanya mengenalkan bahaya dan risiko yang ada saja. Akan tetapi menanamkan filosofi agar kita semua lebih peka terhadap bahaya dan risiko. Tentunya kita semua berharap dalam setiap hal kita harus dapat menerapkan budaya safety, program yang dicanangkan oleh pemerintah dapat berhasil apabila K3 menjadi way of life setiap insan di Indonesia yang dimulai sejak dini dan disaat menempuh jenjang pendidikan.

Perguruan tinggi negeri dan swasta seperti Universitas, Institut, Politeknik dan Pendidikan Tinggi Kedinasan sudah banyak di Indonesia namun demikian masih sedikit yang menerapkan SMK3, hal ini terjadi dikarenakan belum tersosialisasikan di kalangan akademis. Kampus selain sebagai tempat untuk menuntut ilmu juga sebagai tempat kerja.  Oleh karena itu semua lingkungan perguruan tinggise harusnya juga menerapkan SMK3, karena SMK3 mempunyai tujuan menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif. SMK3 seharusnya dapat menjadi bagian dari sistem manajemen diperguruan tinggi secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerjaguna terciptanya lingkungan kampus dan tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.


Dalamsistem SMK3 di jelaskan hal yang pertama kali dilakukan adalah membangun sebuah komitmen serta tanggung jawab bersama terhadap keselamatan dan kesehatankerja, terutama bagi pimpinan perusahaan. Komitmen dan tanggung jawab ini merupakan penekanan awal dalam pembentukan karakter. Jika suatu pimpinan perusahaan berkomitmen terhadap K3, maka jika melihat atau mendengar suatu laporan adanya pelanggaran maka pimpinan ini mesti mengambil sikap dan tindakan yang tegas. Sikap dan perilaku pimpinan pun dapat menjadi contoh bagi setiap karyawan. Oleh karena itu rektor, dekan dan direktur sebagai pimpinan di perguruan tinggi memegang peranan penting dalam penerapan SMK3 di kampus, karena melalui merekalah kebijakan dan komitmen yang diterapkan dapat membentukan karaktersivitas akademis.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja sudah ditanda-tangani oleh presiden, maka menjadi wajib dilakasanakan oleh setiap kegiataan yang mempunyai risiko tinggi dan perusahaan yang mengerjakan lebih dari 100 orang. Tentunya hal ini juga termasuk perguruan tinggi khususnya pada politeknik dan fakultas yang memiliki bengkel dan laboraturium keteknikan.

Salah satubutirpenilaianakreditasiperguruantinggi yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) telah mengakomudir tentang K3 namun hanya sebatas perlengkapan alat APD dan buku pedoman K3 yang dimiliki oleh Program Studi. Penilaian seperti ini masih kurang mendalam karena tidak sampai menilai frekuensi kecelakaan, risiko serta sistim audit K3 yang di terapkano leh Program studi.

Untuk mengurangi kecelakaan dengan melakukan penerapan SMK3 di lingkungan kampus, sudah saatnya asosiasi profesi dan perguruan tinggi bersinergi dalam penerapan SMK3 guna mencapai sumber daya manusia yang berbudaya K3.

A2K4-Indonesia sangat peduli dengan pengembangan karaktermanusia yang memiliki budaya K3, karena tanggung jawab penerapan K3 bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan perusahaan tetapi sudah menjadi tanggung jawab setiap pribadi masyarakat Indonesia termasuk mahasiswa dan dosen diperguruan tinggi.

Kepedulian A2K4-Indonesia dibuktikan dengan salah satu program kerjanya yaitu menjalin kerjasama dengan berbagai perguruantinggi di Indonesia dalam berbagai pelatihan dan penelitian bidang K3 bagi mahasiswa dan dosen. Semoga program kerja A2K4-Indonesia ini merupakan bentuk konstribusi implementasi program  Indonesia berbudaya K3 di tahun 2015.

“Salam K3 bagiPerguruanTinggi”

Penulis,

Ketua IV A2K4-Indonesia

Share

INFORMASI LAINNYA

rencana-pelatihan-ahli-muda-dan-ahli-madya-k3-konstruksi-A2k4 Indonesia akan menyelenggarakan PELATIHAN AHLI MUDA DAN AHLI MADYA K3 KONSTRUKSI dengan waktu dan tempat sebagai berikut :A.    Pelatihan Ahli Madya K3 Konstruksi (in house PT. HUTAMA KARYA)Hari/tanggal    : Senin-Sabtu, 24 – 29 September...
pengumuman-libur-pelayananDalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha, maka kami memberitahukan kepada seluruh pengurus dan anggota A2K4-Indonesia bahwa kegiatan kami akan libur dari tanggal 12 s.d 15 Oktober 2013. Dan pelayanan kami akan kembali aktif pada tanggal 16 Oktober...
meningkatkan-kompetensi-menghadapi-masyarakat-ekonomi-asean-mea “ A2K4-Indonesia, bersama-sama dengan pemerintah siap berkompetesi di dalam pasar global dan masyarakat ekonomi ASEAN pada sektor konstruksi dan membangun Indonesia berbudaya K3 “ demikian  disampaikan oleh Ir. Lazuardi Nurdin CSP, Ketua Umum...