A2K4 INDONESIA

1. SILABUS PELATIHAN ACCIDENT / INCIDENT INVESTIGATION

I.     INTRODUKSI

Accident/Incident mengakibatkan kerugian bagi setiap organisasi/perusahaan, karena akan mempunyai pengaruh negatif terhadap citra perusahaan, moral para pekerja, serta semua pihak yang terkait dengan perusahaan. Oleh sebab itu guna mempertahankan reliability, safety dan efficiency operasinya, suatu perusahaan perlu menyelenggarakan pelatihan Accident/Incident Investigation bagi karyawannya dari tingkat jabatan Supervisor ke atas. Upaya tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan karyawannya dalam upaya ikut berperan serta untuk mencegah terulangnya kembali kecelakaan yang sama.

Selengkapnya...

SILABUS PELATIHAN HAZARD AND OPERABILITY STUDY (HAZOPS)

I.    INTRODUKSI

Hazard Operability Study (HAZOPS) merupakan salah satu metoda untuk mengidentifikasi bahaya berdasarkan prinsip bahwa pendekatan tim dalam analisa bahaya akan dapat mengidentifikasi lebih banyak masalah dibandingkan hasil analisa gabungan dari identifikasi masing-masing pihak secara individu yang terpisah.

Pendekatan HAZOPS melibatkan pertimbangan dari masing-masing sub-sistem dalam proses dan secara subyektif mengevaluasi akibat penyimpangan (deviasi) dari disain yang diharapkan bekerja. Pemeriksaan atas deviasi tersebut secara terstruktur dispesifikasikan ke dalam guide words, yang menjamin cakupan secara keseluruhan semua problem yang mungkin timbul, sehingga mendapatkan fleksibelitas yang cukup untuk pendekatan yang imaginative.

HAZOPS terdiri dari beberapa orang yang berpengalaman dalam suatu pabrik atau pengetahuan mengenai disain fasilitas yang akan di-review, yang tergabung dalam suatu team. Setiap rapat HAZOPS dipandu oleh seorang HAZOPS leader, dan konklusinya dicatat dalam suatu dokumen (HAZOPS worksheet), sehingga langkah-langkah tindak lanjutnya dapat dilaksanakan dengan baik, sesuai dengan apa yang diharapkan.

 

Selengkapnya...

PAKET PELATIHAN SELEKSI DAN EVALUASI AHLI MADYA K3 KONSTRUKSI

I. PENDAHULUAN

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 tahun 1999 Tentang: Jasa Konstruksi, dalam bagian Kedua Persyaratan Usaha, Keahlian, dan Keterampilan, Pasal 9, diamanatkan bahwa setiap Perencana Konstruksi, Pelaksana Konstruksi, Pengawas Konstruksi orang perseorangan, harus memiliki sertifikat keahlian. Termasuk bagi tenaga kerja yang melaksanakan perkerjaan keteknikan bekerja pada pelaksana konstruksi, harus memiliki sertifikat keterampilan dan keahlian kerja.

Demikian pula dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian Tenaga Kerja RI melalui Surat Keputusan Dirjen Binwasker No. Kep. 20/ DJPPK/VI/2004, tentang Sertifikat Kompetensi K3 bidang Konstruksi Bangunan, termasuk di dalamnya Ahli Madya Konstruksi. Kondisi seperti inilah yang mendasari Asosiasi Ahli K3 Konstruksi – Indonesia (A2K4-Indonesia) berkewajiban untuk segera melaksanakan pelatihan dan sertifikasi Ahli Madya K3 Konstruksi.

II. TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan Ahli Madya K3 Konstruksi, lebih difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis penguasaan materi K3 tingkat madya dan manajerial dalam penerapan Sistem Manajemen K3 Lingkungan (SMK3L), sehingga materi-materi pelatihan yang disampaikan akan mengarah pada sasaran agar peserta pelatihan:

  1. Mampu menterjemahkan UU/Peraturan/Code dan Standard yang terkait dengan K3 dalam penerapannya di lapangan;
  2. Mampu melaksanakan kaidah manajerial yang meliputi Planning, Organizing, Actuating dan Controlling (POAC) dalam rangka mengembangkan ke-Enjiniringan K3L dan Manajemen K3L;
  3. Mampu menumbuhkan “BUDAYA KERJA K3L” dengan melakukan pendekatan-pendekatan ke seluruh jajaran organisasi proyek / perusahaan, guna meningkatkan tanggung jawab dan kepedulian dalam penerapan SMK3L, sehingga dapat terwujud Budaya K3L organisasi / perusahaan yang terintegrasi kedalam sistem manajemen organisasi /perusahaan yang ada, baik yang ada di tingkat korporasi perusahaan ataupun di tingkat proyek/tempat kegiatan kerja di lapangan;
Selengkapnya...