A2K4 INDONESIA

SILABUS PELATIHAN HAZARD AND OPERABILITY STUDY (HAZOPS)

I.    INTRODUKSI

Hazard Operability Study (HAZOPS) merupakan salah satu metoda untuk mengidentifikasi bahaya berdasarkan prinsip bahwa pendekatan tim dalam analisa bahaya akan dapat mengidentifikasi lebih banyak masalah dibandingkan hasil analisa gabungan dari identifikasi masing-masing pihak secara individu yang terpisah.

Pendekatan HAZOPS melibatkan pertimbangan dari masing-masing sub-sistem dalam proses dan secara subyektif mengevaluasi akibat penyimpangan (deviasi) dari disain yang diharapkan bekerja. Pemeriksaan atas deviasi tersebut secara terstruktur dispesifikasikan ke dalam guide words, yang menjamin cakupan secara keseluruhan semua problem yang mungkin timbul, sehingga mendapatkan fleksibelitas yang cukup untuk pendekatan yang imaginative.

HAZOPS terdiri dari beberapa orang yang berpengalaman dalam suatu pabrik atau pengetahuan mengenai disain fasilitas yang akan di-review, yang tergabung dalam suatu team. Setiap rapat HAZOPS dipandu oleh seorang HAZOPS leader, dan konklusinya dicatat dalam suatu dokumen (HAZOPS worksheet), sehingga langkah-langkah tindak lanjutnya dapat dilaksanakan dengan baik, sesuai dengan apa yang diharapkan.

 

Oleh sebab itu untuk mempertahankan suatu Kilang Migas atau Pabrik  Petrokimia agar tetap beroperasi dengan andal (reliable), selamat/aman dan efisien, maka pihak manajemen perusahaan perlu mengaplikasikan HAZOPS sejak saat awal pembangunannya, operasi, sampai pada pembongkarannya (from cradle to grave). Untuk membentuk team HAZOPS yang baik, maka calon anggotanya perlu mengikuti pelatihan tentang aplikasi HAZOPS.

II.    TUJUAN / SASARAN PELATIHAN HAZOPS

 

  1. Menjelaskan pendekatan HAZOPS sebagai bagian dari Hazard  Identifacation  Technique  (HET);
  2. Menyebutkan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pelaksanaan teknik HAZOPS;
  3. Menjebutkan manfaat dari penerapan HAZOPS untuk manajemen risiko dalam pengendalian kerugian;
  4. Setelah selesai kursus Peserta akan mampu melaksanakan HAZOPS di plant site, sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan.


III.    MATERI PELATIHAN
Materi PELATIHAN meliputi hal-hal sebagai berikut:
A.     Materi Pendukung:

  1. Konsep Dasar K-3
  2. Hazard Identification & Risk Assessment
  3. Fault Tree Analysis (FTA)
  4. Failure Mode And Effect Analysis (FMEA)

B      Materi Pokok:

1. Pendahuluan: Deskripsi, Konsep Studi HAZOP, Kapan Metode HAZOPS Dapat Dipergunakan, Hasil Studi HAZOP, Keuntungan Studi HAZOP, Waktu dan Biaya, Batasan.

2. Garis Besar Praktis Teknik HAZOPS:

1)    Menetapkan Maksud, Ruang Lingkup dan Obyektif Studi HAZOP;
2)    Pembentukan Team HAZOPS;
3)    Persiapan Studi HAZOP:

  • Pengumpulan Informasi yang diperlukan;
  • Pelaksanaan survei di lapangan;
  • Briefing bagi team HAZOPS;

4)    Pelaksanaan HAZOPS;
5)    Menganalisa hasil studi HAZOP;
6)    Pendokumentasian studi HAZOP;
7)    Mengkomunikasikan hasil studi HAZOP kepada manajemen;
8)    Tindak Lanjut Atas Rekomendasi  Studi HAZOP.

3.     Catatan Dan Laporan Studi HAZOP:

1)    Tipe catatan yang biasa digunakan
2)    Isi dan tanggung jawab

4.     Pertimbangan Tambahan
5.    Kontrol Kualitas untuk Studi HAZOP
6.     Penjelasan istilah.

C.     Praktek Pelaksanaan HAZOPS:

Studi kasus dalam Kelompok, Laporan dan Presentasi Kelompok. Apabila diperlukan diadakan kunjungan ke lapangan.

IV.    PESERTA PELATIHAN

Para Junior Managers dan Senior Superintendents dalam satu kelas, sedangkan untuk Junior Superintendents dan Supervisors dalam kelas yang berbeda dari bidang Operasi, Maintenance, Logistic, LLK3, Technical/ Engineering dan Development, termasuk bagian-bagian lain yang terkait. Jumlah peserta minimum 12 orang, maksimum 25 orang.

V.    DURASI PELATIHAN

Durasi pelatihan adalah 3 hari kerja @ 8 jam.    

VI.    INSTRUKTUR

Instrukstur adalah 2 (dua) orang dari A2K4-Indonesia yang telah berpengalaman puluhan tahun di bidang Fire, Occupational Safety, Health & Environment di bidang Konstruksi, Oil Refinery, LNG Plant dan Petro Chemical Plant.

Share