A2K4 INDONESIA

1. SILABUS PELATIHAN ACCIDENT / INCIDENT INVESTIGATION

I.     INTRODUKSI

Accident/Incident mengakibatkan kerugian bagi setiap organisasi/perusahaan, karena akan mempunyai pengaruh negatif terhadap citra perusahaan, moral para pekerja, serta semua pihak yang terkait dengan perusahaan. Oleh sebab itu guna mempertahankan reliability, safety dan efficiency operasinya, suatu perusahaan perlu menyelenggarakan pelatihan Accident/Incident Investigation bagi karyawannya dari tingkat jabatan Supervisor ke atas. Upaya tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan karyawannya dalam upaya ikut berperan serta untuk mencegah terulangnya kembali kecelakaan yang sama.

II. TUJUAN PELATIHAN

 

Setelah mengikuti pelatihan para peserta diharapkan akan dapat:

  1. Mengetahui apa tanggung jawabnya sebagai anggota team Accident/Incident Investigation;
  2. Mampu menentukan informasi apa yang harus dikumpulkan selama investigasi;
  3. Mampu meng-interview orang-orang yang mempunyai pengetahuan terkait dengan masalah/penyebab kecelakaan secara efisien;
  4. Mampu menggunakan 5 Whys dan/atau Daftar Komprehensif Sebab-Sebab Kecelakaan (Comprehensive List of Causes, CLC) untuk menentukan Root and System Causes;
  5. Mampu mengembangkan konklusi yang tepat tentang sebab-sebab kecelakaan, dan membuat usulan efektif untuk tindakan perbaikan.


III.     MATERI PELATIHAN

  1. Dasar-Dasar K-3;
  2. Basic Concept of Loss Control
  3. Hazard Identification, Risk Management & Risk Control, Fault Tree Analysis (FTA), Failure Mode & Effect Analysis (FMEA), Event Tree Analysis (ETA)
  4. Introdudksi Investigasi Kecelakaan:

1)    Tujuan PELATIHAN.
2)    Daftar Komprehensif Sebab-Sebab Kecelakaan.
3)    Bagan/Alur Investigasi Kecelakaan.
4)    Investigasi Kecelakaan & Root Cause Analysis.

5.    Fase Investigasi Kecelakaan:

1)    Fase Persiapan: Set Obyektif (Komitmen, Perencanaan Tindakan, dan Koordinasi), Mengembangkan Prosedur, Penilaian dan Pelatihan Personil untuk membentuk Team Investigasi Kecelakaan, dan Persiapan Peralatan Investigasi.

2)    Fase Fase Implementasi, dan 3) Fase Penelitian:

  • Pemberitahuan;
  • Pencegahan Kecelakaan Tahap Lanjut/ Berikut;
  • Aktivitas Team Investigasi,
  • Penjagaan Bukti-Bukti;
  • Kategori Bukti-Bukti (4-P’s):

-    People – meliputi Saksi Langsung, Saksi Tidak langsung, Panduan Interview, Kesalahan-Kesalahan yang dijumpai dalam Interview;
-    Parts;
-    Position; dan         
-    Paper.

  • Pengaturan Bukti-Bukti;
  • Incident Timeline – Data Mapping;
  • Building Block;
  • Event & Condition;
  • Fakta-fakta;
  • Faktor Utama (Critical Factors);
  • Laying Out Timeline;
  • Timeline Benefits.

5.    Fase Analysis: Root or System Causes, Teknik Analisa, Penggunaan 5 “Why’s”, Comprehensive List of Causes (CLC), Fault Tree AnalYsis, Risk Assessment.

6.    Fase Koreksi: Tindak Lanjut Yang Berguna (Attribute of Corrective Actions), Tugas Akhir Team, Tanggung Jawab Manajemen, Tindakan Akhir Manajemen, Pembuatan  Laporan Investigasi Kecelakaan, Sebarkan Hikmah (Share Key Learning’s).

7.    Video Show: “Forklift Accident“ & Few Slides Show Including Discussions.

8.    Workshop/Case Study Investigasi Kecelakaan: “Forklift Accident“, 2 Studi Kasus Kecelakaan Konstruksi.

IV.     PESERTA PELATIHAN

Para Superintendents dan Managers dalam satu kelas, sedangkan untuk Supervisors dalam kelas yang berbeda, dari semua bidang yang ada di perusahaan. Jumlah peserta minimum 12 orang, maksimum 25 orang.

V.    DURASI PELATIHAN

Durasi pelatihan selama 3 hari kerja @ 8 jam (teori dan workshop/case study).

VIII. INSTRUKTUR

Instrukstur adalah 2 (dua) orang dari A2K4-Indonesia yang telah berpengalaman puluhan tahun di bidang Fire, Occupational Safety, Health & Environment di bidang Konstruksi, Oil Refinery, LNG Plant dan Petro Chemical Plant.

Share